Posts

Sayang

      Pernah gak sih kalian baru aja kenal sama seseorang tapi udah sayang banget, rasa sayang nya itu lebih dari ke diri sendiri. Awalnya kenal doang, emang sih dari awal ada rasa klik, tapi kok makin lama, sayangnya itu kerasa banget, sampe di titik sayang melebihi ke diri sendiri. Rasanya kayak bisa aja ngasih nyawa ke orang itu, pokoknya sayang banget, mungkin orang yang paling disayang setelah orang tua.     Bukan masalah goblok atau nggak ya, gak ada niat punya rasa sayang sebesar ini, tapi ini dari hati sayang banget, rasanya campur, kayak keluarga, tapi juga dibarengi cinta dan hasrat. Kadang mikir kok bisa ya, bingung sendiri. Mungkin orang itu gak tau, ya emang gak tau sih. tapi sumpah sayang banget, ini sih lebih dari ke lawan jenis. gimana ya tulus banget perasaan ini, sampe mikirnya asal sama dia kayaknya bakal bahagia, dan mau nemenin dari 0, senang susah, bahkan dikeadaan melarat atau penyakitan sekalipun mau nemenin dan ngerawat, dan nerima segal...

Capek

           Capek, perasaan hujan mulu. kok terasa sulit, sepanjang tahun kok rasanya sia-sia. pengen banget ngerasa hasil. kok gini amat ya, kok hampir semua? gak ada satu gitu yang gak perlu lagi capek? 

Apa itu Ketulusan?

                Ketulusan itu semacam perasaan ikhlas dari hati, tanpa adanya paksaan dari diri sendiri, dan dari logika, bukan seperti kita yang mengatakan pada diri sendiri "aku harus tulus", bukan, ketulusan itu kalau bagiku sendiri suatu hal yang murni datang dari hati, tanpa diri harus meyakinkan diri sendiri.               Kalau sudah bicara ketulusan, agak sulit dibuktikan, karena tidak terlihat secara kasat mata dan tidak terdengar secara lisan, sejatinya hanya dapat dirasakan. Maka dari itu, terkadang seseorang kerap kali salah paham akan orang-orang yang memang tulus mencintainya. Sebagian beranggapan, itu hanya kepalsuan, keterpaksaan, dan lain sebagainya. Tidak hanya terhadap pasangan, kepada keluarga pun begitu, kesalahpahaman dan keraguan akan kasih sayang yang tulus menciptakan pertikaian.          Seandai semua orang jujur akan perasaannya sendiri, mungkin tidak ...

2021

2021 Seperti tabir mimpi, mimpi dirasa nyata, kenyataan dirasa hanyalah mimpi. Memakai pakaian berlapis pun, udara dingin menusuk punggung sampai ke tulang. Banyak makan pun tubuh selalu bergetar. Jantung berdetak kencang, padahal tidak ada yang terjadi. Hati nyeri Perasaan gelisah. Seperti inikah dewasa? Perasaan yang mempengaruhi fisik? dan selalu terjadi tiba-tiba? Ah... Ku tuliskan hanya sebagian saja. Masih banyak keanehan lainnya. Tentang firasat? Apakah ini hanya sekedar mimpi? Masa transisi? Manusia-manusia 'peka' semesta? Atau memang hanya bentuk kedewasaan?  Kepekaan semesta? Apakah itu nyata? Dengan petunjuk dan pedoman-Nya? Apakah ini ilusi semata? Ingin percaya... tapi hanyalah hamba sahaya. 2021, membingungkan, dimana orang² berkemampuan didahulukan, dan manusia peka? Tak ingin mengatakan, tapi... Kenapa saling tahu? Di tahun yang sama?  Bentuk kedewasaan? Apakah orang² sebelum kita seperti itu? Kenapa tidak ada di pendidikan sekolah? Dan... Selalu aneh bagi mere...

Peony

Peony Peony itu.... Bukan yg sedang menulis, pastinya. Peony adalah kebaikan dan ketulusan Peony elegan, melambangkan kedewasaan Dirasa punya satu visi & misi, satu prinsip dan saling mengobati (?) Peony punya pemikiran yang maju dan terbuka (?) Mekar atau layunya peony, sepertinya berkeinginan memperbaiki diri (?) Peony hangat dan butuh kehangatan (?) Peony, ingin berkeluarga sendiri (?) 2021? Terlalu cepat  Masa transisi, aneh. ada benarnya bukan?

Paku dan Kayu

𝗧𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗰𝗮𝗽 Semakin 𝘩𝘢𝘳𝘪 semakin dalam Sampai rata dengan permukaan Tak bisa dilepaskan Tidak ada harapan Tidak tertolongkan Benar-benar menyatu dengan kayu Tolong, paku terjebak Sialnya, 𝗸𝗮𝘆𝘂 𝘁𝗮𝗸 𝘀𝗮𝗸𝗶𝘁, 𝗽𝗮𝘁𝗮𝗵, 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝗿𝗮𝗵. Siapa yang bertanggung jawab? Si tukang palu? Bagaimana jika tak mau? Nasib si kayu. Hancurkan atau gunakan. Kayu tak ingin mati dimakan rayap dengan paku yang berkarat. - NL Semua tentang waktu. Tiada yg salah, semua punya peran masing-masing. Dunia ini, hanya panggung sandiwara, secuil skenario dari Tuhan. Masih ada 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 untuk menghancurkan. Tidak ada 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 terlambat untuk menggunakan. Tapi, sudah sangat telat untuk menghentikan, karena 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 yang amat keras. Sekarang, kayu hanya menunggu 𝗮𝗷𝗮𝗹 dari pilihan takdir yg digunakan. #entah #kayu #paku #palu