Apa itu Ketulusan?
Ketulusan itu semacam perasaan ikhlas dari hati, tanpa adanya paksaan dari diri sendiri, dan dari logika, bukan seperti kita yang mengatakan pada diri sendiri "aku harus tulus", bukan, ketulusan itu kalau bagiku sendiri suatu hal yang murni datang dari hati, tanpa diri harus meyakinkan diri sendiri.
Kalau sudah bicara ketulusan, agak sulit dibuktikan, karena tidak terlihat secara kasat mata dan tidak terdengar secara lisan, sejatinya hanya dapat dirasakan. Maka dari itu, terkadang seseorang kerap kali salah paham akan orang-orang yang memang tulus mencintainya. Sebagian beranggapan, itu hanya kepalsuan, keterpaksaan, dan lain sebagainya. Tidak hanya terhadap pasangan, kepada keluarga pun begitu, kesalahpahaman dan keraguan akan kasih sayang yang tulus menciptakan pertikaian.
Seandai semua orang jujur akan perasaannya sendiri, mungkin tidak ada perpecahan, permusuhan, dan perceraian. Seandai semua orang menurunkan egonya masing-masing dan saling mengerti, pasti hati tidak akan gelisah dan menimbulkan keraguan dan tanda tanya. Memang agak sulit dipraktekkan, tapi bisa dengan hati yang lapang, dan dimulai dari diri sendiri, tidak usah menuntut seseorang, mulailah dari diri sendiri. Terdengar bodoh bukan? tapi apa salahnya begitu, jika hasilnya baik, bukankah itu kecerdikan?
Kalau ada pilihan menyakiti atau disakiti, pasti kebanyakan orang memilih untuk menyakiti, karena siapa sih yang mau tersakiti. Kira-kira kalau minsed itu diubah, apakah tidak ada perpecahan? pertikaian? perceraian? dan perpisahan yang menyakitkan? aku rasa begitu. Jujur, secara pribadi aku sendiri lebih memilih tersakiti, disakiti, karena yang namanya sakit itu pasti gak enak, kita juga gak mau kan sakit? lantas kenapa harus menyakiti? apalagi orang yang kita sayang, apa kita mau melihat mereka tersakiti? gak ada yang mau sakit, benarkan?
Orang yang disayang itu cakupannya luas, bisa jadi temen, keluarga, gak muluk pasangan. Tapi gimana kalau sama pasangan? ataupun orang yang disuka? tetep milih disakiti, karena emang gak mau nyakitin. Sebenernya gak mau ditinggalin, tapi gak mau ninggalin, kehilangan itu gak enak, bukan cuma sakit dihati, tapi di raga juga. Jadi, kalau menurut orang awam itu goblok, tapi menurutku kalau gak mau terjadi suatu hal yang menyakiti hati, kenapa gak mulai dari kita sendiri dulu? Gak mau nyakitin, gak mau ninggalin, dan jujur itu murni dari hati, bukan semacam meyakinkan diri sendiri, tapi lebih jujur ke diri sendiri. Apakah itu yang namanya ketulusan?
Comments
Post a Comment